Berita  

Keripik Pisang KutimTembus Eropa, Disperindag Perkuat Hilirisasi Produk Unggulan Daerah

SANGATTA – Upaya mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal terus menunjukkan hasil nyata di Kutai Timur. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim berhasil mengembangkan komoditas pisang kepok menjadi produk bernilai tambah tinggi yang kini menembus pasar internasional.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari strategi hilirisasi yang secara konsisten diterapkan pada produk unggulan daerah. Melalui pendekatan tersebut, komoditas pertanian tidak lagi dipasarkan dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi produk siap konsumsi dengan daya saing global.

“Kami mendorong perubahan pola pemasaran. Pisang kepok tidak hanya dipanen lalu dijual, tetapi diolah terlebih dahulu menjadi produk keripik yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi,” kata Nora saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (08/01/2026).

Ia menjelaskan, produk keripik pisang yang diekspor berasal dari Industri Kecil Menengah (IKM) masyarakat pesisir Kutai Timur, khususnya Kecamatan Kaliorang. Melalui pembinaan dan pendampingan, produk lokal tersebut berhasil memenuhi standar pasar internasional.

Keberhasilan ini dibuktikan dengan ekspor berkelanjutan dua merek lokal, yakni Kalbana dan Fruiti Box, ke sejumlah negara di Eropa sejak Februari 2024. Hingga kini, pengiriman masih berlangsung secara konsisten.

“Produk olahan pisang kepok dari Kutai Timur sudah masuk ke pasar Belgia dan Belanda. Ini menjadi bukti bahwa kualitas IKM kita mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.

Nora menambahkan, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelaku IKM lainnya untuk mengembangkan produk berbasis hilirisasi, sekaligus memperkuat identitas Kutai Timur sebagai daerah penghasil produk olahan berdaya saing ekspor.

Disperindag Kutim berkomitmen untuk terus memperluas pembinaan, membuka akses pasar, dan mendorong diversifikasi produk lokal agar kontribusi sektor industri terhadap perekonomian daerah semakin meningkat. (IR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *