BERITA ETAM, JAKARTA – Kepala Dinas Penanaman Modal Daerah Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Darsafani mengatakan, pelaksanaan forum investasi daerah merupakan salah satu sarana pemerintah daerah untuk menjalani komunikasi yang baik dan harmonis antara pemerintah daerah dan pelaku usaha perkebunan kelapa sawit.
Menurut Darsafani, melalui sebuah forum diskusi forum diskusi ini dapat menjadi wadah menyampaikan dan menyebarluaskan informasi terkait arah kebijakan dan pembangunan pemerintah daerah, dalam mendukung investasi daerah khususnya sektor perkebunan kelapa sawit di kawasan ekonomi khusus Trans Kalimantan kawasan ekonomi sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Pemerintah Kabupaten Kutim, berperan aktif dalam menyiapkan sarana dan prasarana, baik dari sisi regulasi maupun dari sisi fasilitas pendukung lainnya, investasi akan berkembang dan di Kabupaten Kutim,” kata mantan Kepala Diskop dan UKM Kutim ini, di Forum Investasi Daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2024, garapan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), yang digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin 10/6/2024).
Untuk diketahui, acara Forum Investasi Daerah Kutai Timur 2024, dengan tema Peluang Investasi Industri Hilirisasi Perkebunan Kelapa Sawit di Kutai Timur, Bupati Ardiansyah Sulaiman, juga sebagai pembicara utama.
Serta menghadirkan tiga narasumber masing-masing Muhammad Faizal Direktur Hilirisasi Perkebunan Kelautan Perikanan dan Kehutanan. Kemudian Rita Direktur Wilayah II Kedeputian Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanam Modal Bambang Wijanarko Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Iwan Darmawan Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Prov Kaltim .Joni Ketua DPRD Kutim.
Turut hadir mendampingi Bupati Kutim, diantaranya Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra), Poniso Suryo Renggono, Kadis Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar Hamonangan Siburian, Kadis DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, Kadis Pertanahan Kutim Simon Salombe, Kadis Perindag dan sejumlah pimpinan. Perusahaan perkebunan dari Kutim serta Asosiasi Perkebunan Kelapa Sawit. (*)