BENGALON – Agenda Musrenbangcam Bengalon 2026 menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah kecamatan, desa, dan perangkat daerah untuk merumuskan prioritas pembangunan. Forum yang digelar pada 4–5 Februari di GSG Sepaso Timur ini mengangkat tema transformasi ekonomi berkelanjutan.
Sekcam Bengalon, Permana Sari, menyampaikan bahwa Musrenbangcam bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan proses penting dalam menyaring kebutuhan riil masyarakat.
“Kami berharap usulan yang masuk benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan sejalan dengan arah pembangunan Kutai Timur,” katanya.
Ia menekankan pentingnya selektivitas dalam menentukan program, mengingat kondisi keuangan daerah yang menuntut efisiensi.
Kabid Ekonomi dan SDA Bappeda Kutim, Ripto Widargo, menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam tak terbarukan.
“Pertanian dan sektor berkelanjutan lainnya harus menjadi penopang utama ekonomi kita ke depan,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang terintegrasi akan memangkas biaya logistik dan membuka akses pasar lebih luas bagi hasil produksi masyarakat Bengalon.
Ia pun mengingatkan agar desa tidak terjebak pada banyaknya usulan.
“Daripada mengajukan banyak program namun tidak terarah, lebih baik fokus pada beberapa kegiatan prioritas yang realistis untuk diakomodir dalam APBD,” pungkasnya. (IR)













