SANGATTA – Komitmen membangun daerah yang inovatif terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Kutai Timur, Lomba Inovasi Daerah SANGA BELIDA Tahun 2026 resmi diluncurkan, Rabu (18/02/2026).
Peluncuran yang digelar di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim itu dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa inovasi daerah merupakan bagian penting dari indikator kinerja pemerintah daerah yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029. Penilaian inovasi dilakukan secara nasional oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Indeks Inovasi Daerah.
“Lomba ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan. Inovasi harus menjadi karakter organisasi, bukan hanya proyek sesaat,” tegasnya.
Kepala Brida Kutim, Juliansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kreativitas dan mendorong lahirnya inovasi yang berkelanjutan.
“Melalui SANGA BELIDA, kami ingin menginventarisasi serta mendokumentasikan inovasi agar dapat diimplementasikan secara luas dan meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah menuju kategori inovatif,” ujarnya.
Sebagai rangkaian acara, Brida Kutim juga menyerahkan penghargaan kepada pemenang SANGA BELIDA 2025. Inovasi “Pemetaan Lokasi Kluster UMKM” dari Brida Kutim menjadi juara pertama, disusul “Si-Wasdin” dari Badan Kesbangpol Kutim, serta “IPTAKA” dari Sekretariat Daerah Kutim sebagai juara ketiga. (ML)













