Berita  

IBI Kutim Tekankan Peran KB Pascasalin dalam Pencegahan Stunting

SANGATTA – Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kutai Timur, Yuliana Kala’Lembang, menegaskan bahwa keluarga berencana (KB) pascasalin memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak sekaligus mencegah stunting.

Hal itu disampaikannya saat memaparkan materi dalam kegiatan “Sosialisasi Keluarga Berencana Pasca Salin untuk Pencegahan Stunting” yang digelar di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim, Rabu (20/5/2026).

Yuliana menjelaskan, masa nifas selama 42 hari setelah persalinan menjadi waktu strategis untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.

Ia mengatakan, banyak ibu belum menyadari bahwa ovulasi dapat terjadi sebelum menstruasi pertama setelah melahirkan. Kondisi tersebut membuat risiko kehamilan terlalu cepat tetap dapat terjadi apabila tidak disertai penggunaan kontrasepsi.

“Melalui konseling KB, ibu dapat memahami pilihan kontrasepsi yang aman dan sesuai dengan kondisi kesehatannya,” ujarnya.

Menurutnya, konseling yang baik harus dilakukan dengan pendekatan persuasif, objektif, dan memberikan ruang bagi ibu untuk menentukan pilihan secara sadar.

Dalam pemaparannya, Yuliana menyebut manfaat KB pascasalin antara lain membantu mengurangi risiko kematian ibu dan bayi, memberi jeda kehamilan ideal minimal dua tahun, serta mendukung tumbuh kembang anak yang lebih optimal.

Ia juga memperkenalkan berbagai metode kontrasepsi yang dapat digunakan ibu nifas, seperti MAL, kondom, implant, IUD, pil progestin, dan suntik tiga bulan.

Yuliana berharap seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, keluarga, hingga masyarakat, dapat mendukung edukasi KB pascapersalinan guna meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan menekan angka stunting di Kutai Timur. (*/ds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *