Sangatta – Pelatihan kerja yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutom) di Balai Latihan Kerja (BLK) Mandiri tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan nonteknis yang dibutuhkan saat memasuki dunia industri.
Program pelatihan tahap kedua yang dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Senin (6/7/2026), menghadirkan tiga bidang keahlian, yakni operator ekskavator, administrasi perkantoran dan instalasi listrik.
Bupati mengatakan, peningkatan kualitas tenaga kerja lokal merupakan salah satu prioritas pemerintah agar masyarakat Kutim mampu bersaing memperoleh kesempatan kerja di berbagai sektor usaha.
Karena itu, pemerintah terus memperluas fasilitas BLK sehingga semakin banyak pencari kerja yang dapat memperoleh pelatihan berbasis kompetensi.
Kepala Disnakertrans Kutim Sulisman menambahkan, tingginya animo masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 688 orang.
Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan sehingga memiliki nilai tambah saat melamar pekerjaan maupun mengikuti program magang di perusahaan.
“Harapan kami setelah pelatihan selesai, peserta bisa langsung memperoleh kesempatan magang dan selanjutnya direkrut sebagai tenaga kerja,” ujarnya.
Salah seorang peserta, Rafissah Adelah Khairunnisa, mengaku pelatihan yang diikutinya memberikan manfaat lebih dari sekadar penguasaan keterampilan teknis.
Menurutnya, materi pengembangan soft skill membuat peserta lebih siap menghadapi lingkungan kerja, termasuk membangun komunikasi, disiplin, dan kepercayaan diri.
“Pelatihannya sangat membantu. Kami bukan hanya belajar keterampilan kerja, tetapi juga dibekali soft skill sehingga nanti saat masuk dunia kerja tidak merasa canggung,” ungkapnya.
Pelatihan berlangsung mulai 6 Juli hingga 24 Agustus 2026 dengan durasi 35 hari kerja dan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sekaligus memenuhi kebutuhan industri di Kutim (IR)













