Berita  

Rakor Inflasi Kemendagri Soroti Stabilitas Harga, Kutim Andalkan Integrated Farming

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menilai pengembangan pertanian terpadu atau integrated farming menjadi salah satu strategi efektif menjaga stabilitas pangan di tengah potensi kenaikan inflasi dan ancaman cuaca ekstrem.

Hal itu disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman setelah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri secara daring, Senin (6/7/2026).

Rakor diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia dan difokuskan pada evaluasi inflasi Juni serta langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi produksi pertanian nasional.

Di Kutim, kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Jimmi, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah.

Ardiansyah mengatakan konsep pertanian terpadu yang selama ini dikembangkan mulai menunjukkan hasil positif karena melibatkan masyarakat secara langsung.

Ia menjelaskan masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis sayuran maupun memelihara ternak sebagai sumber pangan keluarga.

Selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui penjualan hasil pertanian skala rumah tangga.

“Konsep ini bukan hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap prediksi El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan dan mengganggu produktivitas pertanian.

Sebagai tindak lanjut hasil rakor, Pemkab Kutim akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga pasokan pangan, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta memastikan daya beli masyarakat tetap terpelihara sepanjang kuartal ketiga tahun 2026. (ds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *