Berita  

Pemkab Kutim Dorong Kepemimpinan Perempuan di Sektor Perkebunan Kelapa Sawit

Sangatta -Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) berkolaborasi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutim, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi  (Disnakertrans) Kalimantan Timur (Kaltim), serta Yayasan Solidaridad Network Indonesia menyelenggarakan Sosialisasi Implementasi Pengarusutamaan Gender.

Kegiatan yang mengusung tema “Membuka Peluang Kepemimpinan Perempuan di Sektor Perkebunan Kelapa Sawit dan Norma-Norma Kerja Layak bagi Pekerja Perempuan dan Istri Pekerja Perusahaan Kelapa Sawit” ini dilaksanakan di dua perusahaan perkebunan kelapa sawit, senin (7/20/2026) di PT Indonesia Plantation Sinergi Sangkulirang dan PT Fairco Agro Mandiri Kaliorang.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong terwujudnya kesetaraan gender di lingkungan kerja, meningkatkan perlindungan terhadap pekerja perempuan, serta memperkuat pemahaman seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya penerapan norma kerja layak yang berkeadilan gender di sektor perkebunan kelapa sawit.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Distrannaker Kutim, Sulisman, Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah sehingga perlu didukung oleh penerapan hubungan industrial yang harmonis, adil, dan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan maupun laki-laki untuk berkembang sesuai kompetensi yang dimiliki.

“Pengarusutamaan gender bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi, memberikan perlindungan terhadap pekerja perempuan, serta membuka ruang kepemimpinan yang lebih luas bagi perempuan di dunia kerja,” ujar Sulisman.

Materi pertama disampaikan oleh Kepala DP3A Kutim, H. Idham Cholid, dengan materi “Implementasi Pengarusutamaan Gender: Membuka Peluang Kepemimpinan Perempuan di Sektor Perkebunan Kelapa Sawit.” Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa pengarusutamaan gender merupakan strategi pembangunan yang memastikan perempuan dan laki-laki memperoleh kesempatan, akses, partisipasi, kontrol, serta manfaat yang setara dalam setiap proses pembangunan, termasuk di sektor ketenagakerjaan.

Ia juga mendorong perusahaan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan dalam pengembangan karier hingga menduduki posisi strategis sesuai kemampuan dan kompetensi yang dimiliki.

Selanjutnya, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Distrannaker Kutim, Ramli menyampaikan materi mengenai penerapan Norma Kerja Layak di lingkungan perusahaan.

Materi tersebut menitikberatkan pada pentingnya pemenuhan hak-hak pekerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk perlindungan bagi pekerja perempuan, pemberian kesempatan kerja tanpa diskriminasi, terciptanya hubungan industrial yang harmonis, serta peningkatan kesejahteraan pekerja sebagai bagian dari implementasi prinsip decent work.

Sementara itu, Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Kaltim, Andriansyah membahas aspek keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa penerapan sistem keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama antara perusahaan dan pekerja guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, serta meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

Turut hadir sebagai mitra pembangunan, Yayasan Solidaridad Network Indonesia yang diwakili oleh Martinus Martin. Yayasan tersebut selama ini mendukung berbagai program peningkatan praktik ketenagakerjaan berkelanjutan di sektor perkebunan kelapa sawit, khususnya dalam mendorong penerapan prinsip kesetaraan gender, perlindungan pekerja, serta peningkatan kapasitas pekerja perusahaan dalam menerapkan praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran manajemen PT Indonesia Plantation Sinergi dan PT Fairco Agro Mandiri beserta para pekerja dari masing-masing perusahaan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab mengenai implementasi pengarusutamaan gender, perlindungan pekerja perempuan, keselamatan kerja, serta peluang pengembangan karier bagi perempuan di lingkungan perusahaan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah, perusahaan, dan seluruh pekerja dalam mewujudkan lingkungan kerja yang inklusif, aman, adil, serta berperspektif gender. Kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hubungan industrial, memperluas kesempatan kepemimpinan bagi perempuan, serta mendukung terciptanya sektor perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing di Kutim. (Ds/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *