Berita  

Pengurangan Tenaga Honor, Samri Minta Sesuai Tupoksi Dinas

Samarinda – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Samri Shaputra kritisi pimpinan daerah yang kerap pangkas pegawai.

Hal itu diungkap Samri usai mendengar program jemput sampah dari rumah ke rumah, di mana sejak awal menjabat, Wali Kota Samarinda sudah mengurangi tenaga-tenaga honor.

“Sampai ada ribuan tenaga honor yang dirumahkan, karena dianggap tenaga honor kita ini terlalu gemuk, dan itu tanpa terkecuali,” ungkap Samri, Minggu (18/3/2024).

Pemangkasan ini juga termasuk di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menjadi mitra kerjanya Komisi III. Ketika itu ada banyak petugas kebersihan (pemungut) sampah yang dirumahkan.

“Banyak yang jadi korban dirumahkan, maksud saya ya pemerintah bisa berpikir, dan melihat bahwa tidak bisa diberlakukan sama dinas itu untuk pemangkasan tenaga kerjanya,” ujarnya.

Meskipun, mungkin dinas lain yang memang membutuhkan banyak tenaga kerja, sedangkan ada juga dinas yang memang tidak perlu tenaga kerja dengan jumlah banyak.

“Tapi kalau untuk DLH memang harus banyak, karena kalau itu tidak dilakukan, akhirnya konsekuensinya sampah jadi numpuk, siapa yang mau memungut sampah lagi,” jelasnya.

Padahal tenaga angkut sampah itu sangat penting, sebab tidak banyak orang yang menginginkan pekerja untuk petugas pemungut sampah ini.

Samri berharap, pemerintah kota (pemkot) bisa memberikan kebijakan terkait dengan hal ini. Meski melakukan pengurangaj tenaga, namun juga harus sesuai porsi dan tuposi. (Foto : Ist ADV/BE-S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *