Sangatta – Sebanyak 60 perempuan kepala keluarga dan pelaku UMKM perempuan di Sangatta mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan usaha. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memperkuat kemandirian ekonomi perempuan.
Pembekalan tersebut dikemas melalui Sosialisasi Peningkatan Kapasitas dan Kemandirian Ekonomi Perempuan melalui Digitalisasi Berusaha yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim di Five Hotel Kutai Permai, Senin (10/8/2026).
Kepala DPPPA Kutim, Idham Cholid, menilai transformasi digital telah membuka ruang yang semakin besar bagi perempuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Menurutnya, pemasaran melalui teknologi digital memungkinkan pelaku usaha memperkenalkan produk tanpa terbatas oleh lokasi. Bahkan, usaha yang dimulai dari rumah memiliki peluang untuk menjangkau konsumen di luar wilayah pemasaran sebelumnya.
“Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan agar usaha masyarakat mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Idham menjelaskan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan ruang yang sama bagi perempuan dan laki-laki untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Namun, peningkatan kapasitas tetap diperlukan agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia berharap peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan mengelola usaha, mulai dari memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan konsumen hingga memanfaatkan platform digital untuk pemasaran.
“Kesempatan sudah dibuka seluas-luasnya tanpa membedakan laki-laki dan perempuan. Tinggal bagaimana kesempatan itu dapat dimanfaatkan dan hasilnya bisa semakin setara,” ujarnya.
Kepala Bidang PKHP DPPPA Kutim, Rosyidah, menambahkan bahwa perempuan pelaku usaha membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar mampu menghadapi perubahan pola perdagangan dan pemasaran.
Tidak hanya kemampuan memasarkan produk, menurutnya, pelaku UMKM juga perlu memiliki kemampuan mengelola usaha secara produktif, membangun jaringan konsumen dan menjaga keberlanjutan bisnis.
“Perempuan kepala keluarga dan pelaku UMKM perempuan memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi keluarga maupun daerah,” jelasnya.
Sosialisasi yang berlangsung selama satu hari ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Dinand Ananda Perdana dari Koordinator Kecamatan Wilayah III Kutai Timur Binaan Kementerian Pertahanan RI, Fadli dari SPPG, serta Gita Feliciana, Owner Gita Felix Planner sekaligus Certified Trainer by BNSP-RI.
Melalui kegiatan ini, DPPPA Kutim menargetkan para peserta mampu membawa pengetahuan yang diperoleh ke dalam praktik usaha. Dengan begitu, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing dan membangun kemandirian ekonomi perempuan di Kutai Timur. ML)













