SANGATTA — Sebanyak 53 mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Sangatta Angkatan XXII mendapat pembekalan sebelum melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kecamatan Kaubun. Pembekalan Santiaji tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman di Aula STIPER Sangatta, Jalan Soekarno Hatta kawasan GOR Kudungga, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Juli 2026, ini menjadi tahap awal bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke enam desa di Kecamatan Kaubun untuk mengabdi selama 45 hari.
Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan KKL sebagai wadah belajar langsung dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.
“Mahasiswa harus mampu hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Tidak hanya belajar, tetapi juga membantu mengembangkan potensi desa, baik di bidang pertanian, infrastruktur, maupun UMKM berbasis sumber daya lokal,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, Kecamatan Kaubun merupakan salah satu kawasan pertanian andalan Kutai Timur yang sangat tepat dijadikan lokasi KKL. Mahasiswa diharapkan dapat menyerap pengalaman lapangan sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Ardiansyah juga menekankan pentingnya kemandirian sebagai tolok ukur daya saing lulusan STIPER, khususnya dalam bidang agrikultur dan kelautan.
“Jadilah representasi masyarakat di lapangan. Tunjukkan bahwa lulusan STIPER memiliki kemampuan, kepedulian, dan semangat untuk membangun daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua STIPER Sangatta, Ismail Fahmy Almadi, menjelaskan bahwa peserta KKL terdiri dari 27 mahasiswa laki-laki dan 26 mahasiswa perempuan. Mereka dijadwalkan berangkat ke lokasi penugasan pada 28 Juli 2026 dan akan ditarik kembali pada 10 September 2026.
Mahasiswa akan ditempatkan di enam desa, yakni Desa Bukit Permata, Bumi Rapak, Cipta Graha, Kadungan Jaya, Mata Air, dan Pengadan Baru. Penempatan tersebut difokuskan pada penguatan sektor komoditas unggulan serta regenerasi sumber daya manusia di bidang pertanian.
Ismail juga mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga etika sosial, menjalin silaturahmi dengan masyarakat, serta berkoordinasi secara berkala dengan dosen pendamping selama berada di lokasi KKL.
“Jaga kekompakan, hormati adat dan aturan desa, serta jangan ragu untuk aktif berkegiatan bersama masyarakat. Pengalaman di lapangan akan menjadi bekal berharga bagi masa depan kalian,” pungkasnya. (IR)













