Berita  

Sebanyak 110 Peseta Ikuti Bimtek Garapan Disdik

BERITA ETAM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) pada Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS), menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kursus dan Pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha.

Bintek yang diikuti oleh 110 peserta dari berbagai lembaga, mulai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), hingga lembaga kursus itu. dilaksanakan selama tiga hari di Hotel Royal Victoria Sangatta, dari 9-11 Desember 2022.

Ditemui usai kegiatan itu, Kepala Bidang (Kabid) PLS Achmad Junaidi B menjelaskan, dari 110 peserta pelatihan 30 diantaranya difokuskan pada pembelajaran bimbingan teknis penyusunan kurikulum Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).

“Kami memfasilitasi bimbingan teknis kursus dan pelatihan program pendidikan kecakapan wirausaha dengan total 110 peserta. Dibagi dalam tiga panel, 30 orang penyusunan kurikulum PKW, 40 orang bimtek keterampilan membatik dan 40 orang bimtek keterampilan fastry bakery,” jelas Achmad Junaidi.

Junaidi menambahkan, untuk program pastry bakery merupakan program lanjutan tahun sebelumnya. Dimana tahun 2022 lalu peserta mendapatkan teori, praktket dan pengenalan alat. Pasalnya, alat yang diberikan oleh KPC bukanlah peralatan biasa.

“Nah nanti tanggal 19 di Ruang Meranti, akan digelar pemeran hasil produk batik dan kue masing-masing peserta. Sekaligus melakukan penyerahan alat dari KPC kepada Bupati Kutai Timur,” tambahnya.

Sementara itu menurut Fitria Yolanda selaku Widyaprada Ahli Muda dari Kemendikbud Ristek menyebut, sesuai visi misi program pendidikan kecakapan wirausaha, dimana targetnya adalah peserta dan lulusan memperoleh penghasilan yang layak sesuai dengan UMR. Tugas yang berat itu, dapat dilakukan bersama-sama sehingga saling menyokong.

“Literasi digital merupakan sebuah program baik untuk bekerja maupun berwirausaha, itu sangat penting yang mana nantinya adalah go digital. Kemudian kurikulum kewirausahaan, mulai dari pendirian usaha, bagaimana mereka menata usaha, bagaimana permodalan, bagaimana mereka menata usaha, hingga memasarkan baik secara langsung maupun digital,” jelasnya.

Dirinya meyakini, apabila jiwa wirausaha tumbuh sesuai dengan fashion masing-masing peserta, maka akan lahir wirausaha-wirausaha baru yang mencintai profesinya itu.

Selain itu, Yohana Rumanda juga merupakan salah satu narasumber mengatakandari Direktorat Kursus dan Pelatihan, Ditjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbud Ristek RI mengatkan, ketrampilan yang harus dikembangkan di Sangatta, harus disesuaikan dengan dunia kerja yang ada di Sangatta.

“Kutim mempunyai SDA yang sangat luar biasa pertambangan dan perkebunannya oke pastry membutuhkan tenaga kerja yang mumpuni. Kita berharap para dunia kerja tidak susah mencari tenaga kerja karena sudah lahir di Sangatta,” jelasnya. (etm2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *