Berita  

Menyemai Kepemimpinan Perempuan di Tengah Hamparan Sawit Kutim

Rantau Pulung – Di tengah hamparan hijau perkebunan kelapa sawit Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur (Kutim) sebuah percakapan penting tentang masa depan dunia kerja bergema. Bukan tentang target produksi atau hasil panen, melainkan tentang bagaimana perempuan dapat memperoleh ruang yang sama untuk berkembang, memimpin, dan bekerja dengan aman serta bermartabat.

Pemkab Kutim kembali melanjutkan rangkaian Sosialisasi Implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di sektor perkebunan kelapa sawit. Setelah sebelumnya menjangkau perusahaan-perusahaan di Sangkulirang, Kaliorang, dan Bengalon, kali ini kegiatan berlangsung di PT Anugrah Energi dan PT Kalimantan Argo Nusantara, rabu (22/7/2026)

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, H. Idham Cholid, itu dihadiri oleh jajaran perusahaan, pekerja, serta para pemangku kepentingan terkait. Hadir pula Manajer PT Anugrah Energi, Jon Sinagar, yang menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut.

Mengusung tema “Membuka Peluang Kepemimpinan Perempuan di Sektor Perkebunan Kelapa Sawit dan Norma-Norma Kerja Layak bagi Pekerja Perempuan dan Istri Pekerja Perusahaan Kelapa Sawit”, kegiatan ini bukan sekadar forum penyampaian materi. Lebih dari itu, sosialisasi menjadi ruang dialog tentang bagaimana perempuan dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang di dunia kerja.

Dalam paparannya, H. Idham Cholid menjelaskan bahwa pengarusutamaan gender merupakan strategi pembangunan yang memastikan perempuan dan laki-laki memperoleh kesempatan, akses, partisipasi, kontrol, serta manfaat yang setara dalam setiap proses pembangunan.

“Penerapan PUG di lingkungan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan hak-hak pekerja perempuan, tetapi juga membuka peluang kepemimpinan yang lebih luas bagi perempuan berdasarkan kemampuan dan kompetensinya,” ujarnya.

Kepala DP3A Kutim, H. Idham Cholid, (kedua kiri)
Kepala DP3A Kutim, H. Idham Cholid, (kedua kiri)

Semangat kesetaraan itu juga diperkuat melalui materi yang disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Distrannaker Kutim, Ramli. Ia menekankan pentingnya norma kerja layak, mulai dari pemenuhan hak-hak pekerja, perlindungan terhadap pekerja perempuan, kesempatan kerja tanpa diskriminasi, hingga terciptanya hubungan industrial yang harmonis.

Sementara itu, Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Kaltim, Andriansyah, mengingatkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan tanggung jawab bersama antara perusahaan dan pekerja. Lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan pekerja.

Kehadiran Yayasan Solidaridad Network Indonesia yang diwakili Martinus Martin menambah kuatnya kolaborasi dalam kegiatan ini. Yayasan tersebut selama ini mendukung berbagai program peningkatan praktik ketenagakerjaan berkelanjutan di sektor perkebunan kelapa sawit, khususnya dalam penerapan prinsip kesetaraan gender dan perlindungan pekerja.

Di tengah hamparan perkebunan sawit Rantau Pulung, sosialisasi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang hasil produksi, tetapi juga tentang manusia yang bekerja di dalamnya. Perempuan pekerja, istri pekerja, perusahaan, dan pemerintah memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, aman, dan berkeadilan.

Dari Rantau Pulung, langkah kecil itu diharapkan tumbuh menjadi komitmen besar bersama: menghadirkan sektor perkebunan kelapa sawit yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga menghargai kesetaraan dan martabat setiap pekerja. (ds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *