Berita  

Transformasi Bisnis Digital Dorong Pentingnya Sensus Ekonomi 2026 di Kutim

Sangatta – Perkembangan usaha berbasis digital menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Kutai Timur Kutim). Pemerintah menilai perubahan pola bisnis yang semakin dinamis harus diimbangi dengan data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Hal tersebut disampaikan saat Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di kawasan Polder Ilham Maulana, Sangatta, Selasa (30/6/2026).

Mewakili Bupati Kutim, Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan, Sulisman, menjelaskan dunia usaha kini berkembang jauh melampaui sektor konvensional. Banyak pelaku usaha memanfaatkan media sosial, marketplace, hingga platform digital untuk menjalankan bisnis.

Menurutnya, fenomena tersebut membuka peluang ekonomi baru sekaligus menghadirkan tantangan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat, sedangkan data yang tidak lengkap berpotensi membuat program pembangunan kurang efektif,” ujarnya.

Ia mengatakan hasil sensus nantinya diharapkan mampu menjadi dasar dalam memperkuat pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan investasi, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala BPS Kutim, Widiyantono, menambahkan transformasi digital juga terlihat dari meningkatnya penggunaan pembayaran non-tunai, dompet digital, QRIS, mobile banking, hingga pesatnya pertumbuhan e-commerce dan layanan finansial digital.

Karena itu, menurutnya, seluruh aktivitas usaha perlu didata secara menyeluruh agar pemerintah memperoleh gambaran nyata mengenai struktur ekonomi terkini.

Pendataan lapangan telah dimulai sejak pertengahan Juni dan akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026 dengan melibatkan ratusan petugas statistik yang tersebar di seluruh wilayah Kutim. (ML)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *