SANGATTA – RSUD Kudungga Kutai Timur membuka ruang partisipasi masyarakat dalam menentukan arah peningkatan layanan kesehatan melalui kegiatan Public Hearing yang digelar secara daring, Jumat (28/8/2027).
Forum tersebut menjadi wadah bagi manajemen rumah sakit untuk memaparkan Renstra Bisnis 2025-2029, Rencana Kerja (Renja) 2027, serta jenis dan standar pelayanan yang menjadi pedoman dalam melayani masyarakat.
Public Hearing yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting itu diikuti berbagai unsur pemangku kepentingan. Mulai dari Dewan Pengawas RSUD Kudungga, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, para camat dan pimpinan puskesmas se-Kutai Timur, sejumlah klinik, kepala desa di Kecamatan Sangatta Utara, ketua RT se-Kecamatan Sangatta Utara hingga jajaran pejabat manajerial RSUD Kudungga.
Sejumlah perwakilan paguyuban masyarakat juga turut mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya KKSS, IKJ, IKB NTT dan NKBKT.
Direktur RSUD Kudungga, dr. Muhammad Yusuf, M.Kes, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi agenda sosialisasi. Public Hearing menjadi sarana bagi rumah sakit untuk mendengar secara langsung kebutuhan, harapan, kritik dan masukan dari masyarakat.
“Kami ingin Renstra Bisnis 2025-2029 dan Renja 2027 ini tidak hanya menjadi dokumen perencanaan. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh rencana tersebut bisa diterapkan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Muhammad Yusuf, peningkatan mutu layanan kesehatan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Rumah sakit, kata dia, tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dan komunikasi yang baik dengan fasilitas kesehatan lain, pemerintah daerah hingga masyarakat.
“Kami membutuhkan masukan dari semua pihak. Rumah sakit ini milik masyarakat, sehingga masyarakat juga harus diberikan ruang untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan, harapan maupun hal-hal yang masih perlu kami perbaiki,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Yusuf memaparkan arah kebijakan RSUD Kudungga melalui Renstra Bisnis 2025-2029 dan Renja 2027. Sejumlah rencana strategis disiapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat tata kelola rumah sakit.
Selain memaparkan dokumen perencanaan, Public Hearing juga menghadirkan penjelasan mengenai standar pelayanan pada sejumlah unit utama.
dr. Andi Fauziyar Octaviany, MARS, memaparkan Standar Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selanjutnya, Ns. Yunita Agus Indrawati, S.Tr.Kep, menyampaikan Standar Pelayanan Rawat Inap.
Materi mengenai Standar Pelayanan Rawat Jalan dipaparkan Bd. Maria Goretti Pararak, S.ST., M.A.P. Sementara Standar Pelayanan ICU dan PICU/NICU disampaikan Dwi Astuti Noor Wijayanti, S.Kep., Ns., M.K.M.
Muhammad Yusuf menegaskan standar pelayanan memiliki peran penting untuk menjaga konsistensi kualitas layanan kepada pasien.
“Standar pelayanan ini menjadi acuan bagi seluruh jajaran kami. Dengan adanya standar yang jelas, kami ingin memastikan pelayanan diberikan secara konsisten, aman dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterbukaan terhadap masukan masyarakat menjadi bagian dari komitmen RSUD Kudungga untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan.
“Kami terbuka terhadap kritik, saran dan masukan. Justru dari dialog seperti inilah kami bisa mengetahui apa yang dirasakan masyarakat secara langsung. Semua masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan ke depan,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab selama Public Hearing berlangsung. Berbagai persoalan terkait prosedur pelayanan, standar pelayanan pasien hingga peningkatan kualitas layanan menjadi perhatian dalam forum tersebut.
Menurut Muhammad Yusuf, komunikasi dan kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah Public Hearing selesai.
“Harapan kami, ke depan komunikasi ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Kami ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan sehingga RSUD Kudungga bisa terus berkembang dan memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Kutai Timur,” pungkasnya.
Melalui forum tersebut, RSUD Kudungga menegaskan komitmennya menjadikan perencanaan strategis dan standar pelayanan sebagai landasan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang bermutu, aman, transparan serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan keselamatan pasien. (ds)













