Berita  

Latsar CPNS Kutim Resmi Ditutup, ASN Baru Diminta Jadi Agen Perubahan

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS angkatan 116, 117 dan 118 tahun 2026 di Ruang Meranti Sekretariat Daerah Bukit Pelangi Sangatta, Rabu (13/05/2026).

Penutupan dilakukan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman melalui prosesi pelepasan atribut ID Card peserta sebagai tanda berakhirnya masa pelatihan dasar CPNS.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur Nina Dewi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Noviari Noor serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa para peserta kini telah menjadi bagian dari birokrasi pemerintah yang memiliki tugas besar dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan publik.

Menurutnya, ASN harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat profesionalisme, disiplin dan inovasi di lingkungan kerja masing-masing.

“Sebagai ASN, saudara harus siap mengabdi dan bekerja dengan penuh tanggung jawab demi kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar para ASN baru menjaga kehormatan korps dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak citra aparatur sipil negara.

“Jaga nama baik korps Pegawai Republik Indonesia dan jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Kepala BPSDM Provinsi Kaltim Nina Dewi mengatakan pelaksanaan Latsar selama lebih dari tiga bulan tersebut bertujuan membentuk ASN yang memiliki karakter melayani serta memahami nilai-nilai dasar birokrasi pemerintahan.

Selain pembelajaran teori, peserta juga menjalani proses aktualisasi di unit kerja masing-masing untuk mengasah kemampuan praktik dan adaptasi lapangan.

“Pelatihan ini menjadi pondasi awal agar ASN memiliki integritas, kompetensi dan semangat inovasi dalam bekerja,” jelas Nina.

Di kesempatan yang sama, Kepala BKPSDM Kutim Misliasyah mengungkapkan bahwa seluruh peserta berhasil menyelesaikan tahapan pelatihan dengan baik.

Ia menyebut metode pelatihan dilakukan secara terpadu melalui pembelajaran mandiri, aktualisasi dan pembelajaran klasikal guna mencetak ASN profesional dan siap bekerja melayani masyarakat. (IR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *