SANGATTA SELATAN – Festival Budaya Dayak Kenyah Bengen Lepek Majau di Dusun Rindang Benua, Desa Pinang Raya, tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga momentum penyampaian aspirasi pembangunan kepada pemerintah daerah.
Kepala Adat Dayak Kenyah Rindang Benua, Jating Lahang mengatakan tradisi Bengen Lepek Majau merupakan ungkapan syukur masyarakat setelah menyelesaikan masa panen tahun 2026.
Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi sumber utama penghidupan masyarakat sehingga diperlukan dukungan pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur dan sarana pendukung.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengusulkan sejumlah program pembangunan, antara lain penyediaan air bersih, peningkatan jalan lingkungan, pembangunan jembatan permanen, bantuan kelompok tani, akses jalan usaha tani, pengembangan fasilitas pendidikan, hingga pembangunan balai adat dan balai budaya.
“Balai adat dan balai budaya sangat penting bagi kami sebagai pusat pelestarian budaya dan pengembangan kesenian masyarakat Dayak,” ujarnya.
Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat dalam menjaga tradisi dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Ia menilai budaya dapat menjadi kekuatan sosial sekaligus aset wisata yang mampu mendukung pembangunan daerah apabila dikelola secara berkelanjutan.
Festival yang menampilkan ritual adat, tarian tradisional, musik khas Dayak, dan berbagai pertunjukan budaya tersebut berlangsung meriah serta dihadiri masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan budaya. (ML)













