BERITA ETAM, KENOHAN – Dalam rangka mencegah dan menganggulangi musibah kebakaran, Rabu, (03/9/2026), karyawan PT Agro Bumi Kaltim (ABK) region Kaltim mengikuti pelatihan pengunaan alat pemadam kebakaran dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kegiatan yang dipandu Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten kutai kartanegara ini merupakan salah satu bentuk kewajiban setiap perusahaan dalam memberikan bekal mengenai Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) bagi setiap karyawan perusahaan.
Pada pelatihan yang digelar di halaman sepak bola PT.ABK, pegawai Damkar berbagi pengetahuan tentang penggunaan alat pemadam api APAR, Selang Nozzle, tangka Air, mesin alkon, dan peralatan lainnya.
“Kegiatan ini sebagai upaya mencegah dan meminimalisir musibah kebakaran lahan Karhutla. Karena setiap orang, bisa saja berhadapan dengan resiko kebakaran,” ungkap Pegawai Dinas Damkar melalui Penyuluhan Kebakaran, Sugimansyah.

Dalam kesempatan itu, Sugimansyah menyampaikan, pelatihan penggunaan Alat Damkar menanggulangi musibah kebakaran sangat penting. Mengingat, tidak sedikit masyarakat yang belum paham menggunakan Alat damkar dengan benar. Tidak hanya itu, selain diajari cara menggunakan, pihak Damkar juga berbagi ilmu bagaimana memelihara alat damkar tersebut.
Sementara itu, Manager OSH PT. ABK region Kaltim Romy mengatakan, keselamatan dan Kesehatan Kerja terutama di Perusahaan perkebunan merupakan salah satu faktor yang sangat penting demi kelancaran kegiatan operasional. Sehingga timbulnya rasa aman dan nyaman bagi pekerja untuk dapat bekerja secara optimal dan produktif.
“Yang mana saat ini cuaca sedang tidak baik baik saja, di segala lini ada asap dan disarankan untuk memakai masker. Kita harapkan dengan seringnya melakukan sosialisasi, maka lebih tanggap dan cepat saat menghadapi musibah kebakaran,” ucapnya.
Sebelumnya, Managemen PT. ABK pada bulan Agustus lalu juga sudah melakukan Sosialisasi External terkait Karhutla di 4 Desa Binaan sekitar, hal tersebut perlu dilakukan agar keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api berkembang menjadi kebakaran besar. Terlebih Status EL NINO sudah dirasakan, saat ini peningkatan titik panas dalam beberapa pekan terakhir disebut terpantau satelit.

Manajemen mengingatkan bahwa kondisi cuaca panas dan kering membuat sumber api sekecil apa pun perlu diwaspadai oleh semua pihak.
“Dalam kondisi cuaca yang sangat panas dan kering seperti saat ini, kita semua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan api. Hal-hal yang terlihat kecil, seperti puntung rokok yang tidak dipadamkan dengan baik, dapat menjadi sumber kebakaran ketika jatuh di vegetasi yang rerumputan kering dan diperkuat oleh angin,” kata Romy.
Ditambahkan Sabki didampingi Feri, pencegahan tidak berhenti pada patroli dan pemadaman. Peran warga untuk mengenali potensi api dan melaporkannya sejak dini juga menentukan kecepatan penanganan.
Upaya pemadaman selama ini dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan Tim Damkar, aparat, perusahaan, hingga dukungan Perusahaan sekitar yang memiliki helikopter untuk menjangkau lokasi yang sulit didatangi melalui jalur darat.
Di tingkat desa dan kecamatan, sudah banyak himbauan seperti Spanduk dan Group WhatsAp
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari saling mengingatkan keluarga dan lingkungan sekitar agar kita bersama-sama menjaga wilayah ini tetap aman dari karhutla” tutupnya.(*/etm2)













